Pentingnya Pembangunan Desa

Pembangunan Desa
Oleh: Cah Ndeso
Pembangunan  adalah upaya yang dilakukan secara sadar dan melembaga dalam rangka membangun masyarakat (development are conscious and institutionalized attempt at societal development). Bahwa pengertian dapat dipahami jika bermakna sebuah tindakan yang dilakukan secara terus-menerus oleh pihak yang membangun, yaitu pemerintah (government state) untuk meningkatakan kesejahteraan masyarakat. Dalam pemahaman yang lebih operasional, membangun dapat berarti mendirikan, megadakan, memperbaiki, melengkapi, menyempurnakan atau melakukan sesuatu yang bermakna baik, (good under standing).
Membangun merupakan upaya dan tindakan nyata yang terus-menerus dilakukan oleh seseorang, kelompok, golongan, pemerintah, atau pun negara untuk mewujudkan sebuah harapan atau sesuatu yang sangat diimpikan oleh berbagai lapisan masyarakat tersebut proses membangun melibatkan segenap aktor pemangku kepentingan (stekholders) yang masing-masing memiliki peran dan fungsi berbeda tetapi satu sama lainnya untuk mencapai tujuan bersama.
Sedangkan filosofi desa dalam kontek kearifan lokal merupakan persekutuan masyarakat adat yang mengikat diri menjadi suatu komunitas masyarakat dan diakui oleh negara sebagai kesatuan masyarakat formal. Dalam perkembangan selanjutnya lebih dipertegas dan diperbesar bobot dan kedudukanya dalam tatanan undang-undang sehingga memiliki makna sebagai suatu persekutuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah tangga desanya masing-masing.
Dalam sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang nomor 32 Tahun 2004 dikemukakan bahwa:
“Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenag untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul, dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sisitem pemerintahan negara kesatuan republik Indonesia”.

Kendati banyak upaya telah dilakukan, tantangan terbesar justru datang dari para pemangku kekuasaan. Berbagai potensi kekuatan yang diprediksi akan mendukung justru seringkali berlaku sebaliknya terhadap upaya dan kerja keras yang dilaksanakan dalam pembangunan.
Ada rumus mengatakan ketika satu pihak memeras tenaganya sedemikian rupa, namun hasil dari apa yang diupayakan dinikmati oleh pihak lain dan hasil itu tidak kembali kepada orang yang bekerja sama sekali, atau kembali dalam bentuk relasi upahan yang mereduksi nilai kerja pihak pertama. Ini banyak terjadi berbagai kasus misalnya sekelompok aktivis yang melakukan kerelawanan di desa, kemudian oleh elit pejabat setempat diklaim sebagai kinerjanya dan keberhasilan progam-progamnya yang merakyat lalu pejabat mendapat promosi jabatan ataupun untuk kepentingan politiknya.
Banyak pengalaman yang kita peroleh dari berbagai langkah dan tindakan yang telah dilakukan dalam pembangunan meski demikian sampai saat ini apa yang telah dicapai masih sangat kurang memuaskan bahkan tidak dapat menjawab persoalan yang dihadapi. Persoalan pemenuhan kebutuhan kebutuhan masyarakat, peyelenggaraan pemerintah dan pemebangunan di berbagai bidang atau persoalan lainnya  belum secara hakiki dapat diatasi kesimpulanya pola pembangunan  dari rakyat, oleh rakyat dan  untuk rakyat yang selama ini digaungkan, belum terwujudkan.


Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates