BERBAGI BERKAH MERANGKUL ASA DI HALAMAN RUMAH

Oleh: alwysunandar
Halaman rumah kau relakan untuk umum yakni berkumpul dan berbagi ilmu. Kau dirikan lembaga mengajar kecil-kecilan yang kelak agar menjadi anak-anak penerus generasi yang lebih baik untuk masyarakat dan bangsa. Bahkan tanpa pamrih kau rela donasi dan berbagi kehidupanmu untuk mencurahkan segalanya hanya untuk ilmu pendidikan tanpa imbalan apapun. Semua dilakukan dengan ikhlas dengan mengapdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Manusia dikatakan menjadi manusia yang sebenarnya apabila ia menjadi manusia yang etis yakni manusia yang secara utuh mampu memenuhi hajat hidup dalam rangka mengasah keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan, kepentingan sosial, rohani, jasmani, dan sebagai makhluk berdiri sendiri dengan yang Khalik.

Dalam pembangunan manusia adalah perencana, pelaku, pengendali serta tujuan dari pembangunan. Oleh karena itu pengembangan kualitas sumber daya manusia merupakan periotas utama yang harus ditingkatkan, sehingga dengan demikian ia dapat memiliki segala kemampuan yang dibutuhkan dalam pembangunan dalam segala bidang, khususnya pendidikan. Manusia yang berkualitas dapat memanfaatkan segala potensinya dan mampu merebut peluang di masa depan bagi kejayaan bangsa dan negara. Faktor manusia menjadi paling menentukan akan berhasil dan gagalnya dalam persaingan global karena yang membedakan kemampuan suatu bangsa dengan bangsa lainnya adalah kualitas manusianya.

Upaya pegembangan dan peningkatan sumber daya manusia berkualitas dapat dilakukan melalui berbagai jalur, diantaranya melalui pendidikan. Pendidikan adalah hal penting yang menjadi sorotan semua bangsa, karena dengan pendidikan dapat diketahui bangsa tersebut bermartabat atau tidak. Pendidikan banyak mengajarkan kita tentang pentingnya kesadaran diri dalam berbenah, memperbaiki tingkah laku, mampu mempunyai nalar yang kritis dan mampu membaca segala perubahan yang sekali waktu dapat terjadi dan menuntut kita untuk segera berubah dan beranjak dari ketertinggalan.

Dalam hal pengembangan sumber daya manusia seringkali kita mengabaikan beberapa hal yang seharusnya menjadi perhatian serius tetapi tidak bisa dilakukan oleh kita karena beberapa hal juga, keterbatasan yang dimiliki oleh setiap individu. Menuntut individu lain untuk dapat mengatasi berbagai macam persoalan yang terjadi dalam pendidikan. Pendidikan merupakan jalur peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih menekankan pembentukan dasar manusia misalnya, keimanan, ketakwaan, kepribadian, kedisiplinan dan kreativitas. Mulai dari diri kita melakukan hal yang kecil dengan membantu mengajarkan ilmu yang kita punya walaupun satu ayat. Itu sudah menjadi bermanfaat daripada tidak sama sekali dalam memberi ilmu.

Bukan kah itu tujuan pendidikan? Menjadikan manusia yang lebih baik lagi dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi itulah kehidupan manusia yang sebenarnya tidak semudah akan tetapi manusia akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi manusia yang lebih baik. Itu sudah menjadi hero zaman now istilah sekarang akan menjadi hebat lagi jika semua yang dilakukan dengan penuh semangat juang yang tinggi yang tak kenal putus asa.

Hilangnya tanggungjwab perorangan ini adalah suatu latar belakang yang dapat menjelaskan mengapa perasaan tanggugjawab dan keberanian moral menjadi demikina menurun dalam watak umum manusia sekarang ini. Orang berani untuk merusak tetapi tidak mempunyai keberanian sedikit pun untuk menyatakan dirinya bertanggungjawab terhadap kerusakan yang dilakukannya.

Bahwa orang sangat berani untuk berkelahi, tetapi tidak mempunyai keberanian moral untuk menjelaskan mengapa dia harus menyelesaikan soal dengan melakukan perkelahian. Dengan lain perkataan, pendidikan kita terbukti mendorong bertumbuhnya keberanian fisik sambil memperlemah keberanian moral, mendorong orang kepada aktivisme yang penuh resiko tetapi tanpa kesanggupan dan keberanian bertanggungjawab. Tanpa pribadi yang otonom, suatu masyarakat hanya akan dipenuhi oleh orang-orang tanpa kepribadian yang dapat digerakkan untuk sembarang tujuan yang bersifat pragmatis, karena mereka tidak lagi dikendalikan oleh suatu kontrol dari dalam berupa perasaan tanggungjawab dan keberanian moral untuk bertanggungjawab.

Realita yang terjadi saat ini merupakan kelanjutan dari sejarah masa lalu dan yang akan terjadi di masa mendatang merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi saat ini. Apapun yang terjadi perjuangan masih akan tetap dilanjutkan. Bahwa tatkala kehidupan adalah di luar hidup itu sendiri, kehidupan pasca kematian lebih untuk orang-orang yang ditinggalkan, bukan pada siapa yang meninggal. Meski ironi, peringatan itu adalah dokumentasi sebuah bentuk hubungan, memori yang sifatnya relasional.

Perjuangan akan selalu membutuhkan pengorbanan dalam setiap tindakannya entah itu berupa tenaga, uang, waktu dan apapun itu harus tetap harus dilakukan. Dengan penuh semangat perjungan akan selalu dikobarkan dalam diri agar kuat dalam menghadapinya.

menjadi pahlawan tak harus berperang memakai senjata dengan memperperbaiki dan mengajarkan ilmu akan tanggungjawab seorang manusia lewat pendidikan Islam yang memberikan ilmu pengetahuan yang tidak meninggalkan akan kodrat manusia sebagai ciptaan Tuhan yang saling membantu sama lain dan saling berbagi dengan yang lain.

#BulanKemanusiaan
#HeroJamanNow

#MembentangKebaikan

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates