Oleh: Muhammad Sunandar Alwi
Dalam mengkaji pemikiran seseorang tentunya tidak cukup hanya mengetahui
gagasan-gagasan atau pemikiran-pemikirannya saja. Akan tetapi juga harus
berusaha mengetahui latar belakang hidupnya, perjalanan intelektual dan
pendidikannya. Dengan memahami biografi, dapat mengetahui bagaimana pola
pikir seseorang terbentuk. Peneliti berupaya untuk memaparkan biografi
Hasan Langgulung sehingga mampu menghasilkan suatu analisis dan kesimpulan
yang komprehensif.
Biografi sudah barang tentu merupakan unit sejarah yang sejak zaman klasik
telah ditulis. Sejak itu biografi termasuk bidang sejarah yang populer dan
senantiasa sangat menarik serta banyak dibutuhkan. Untuk memahami dan
mendalami kepribadian seseorang dituntut pengetahuan latar belakang
lingkungan sosio-kultural di mana tokoh itu dibesarkan, bagaimana proses
pendidikan formal dan informal yang dialami. Serta watak-watak orang yang
ada di sekitarnya (Sartono Kartodirdjo, 2016:86-87).
Rekontruksi biografis amat memerlukan imajinasi yang besar agar dapat
biodata tidak menyimpang dari faktor historititas. Unsur imajinasi harus
menghasilkan konstruksi atau bangunan karena konstruksi tidak mungkin sama
dengan gambaran lengkap atau potret dari apa yang sesungguhnya terjadi pada
tokoh. Unsur yang sama-sama dicakup oleh kedua hal tersebut ialah
fakta-fakta mengenai sejumlah peristiwa yang terjadi dalam suatu waktu
tertentu. Oleh karena setiap kontruksi senantiasa dituntut untuk
menghasilkan sesuatu yang utuh dan bulat baik itu naratif maupun deskripif
(Sartono Kartodirdjo, 2016:102).
Posting Komentar