PESONA DAN KEINDAHAN PARIWISATA KABUPATEN SEMARANG


Pembangunan pariwisata pada hakikatnya merupakan upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan obyek dan daya tarik wisata dalam bentuk keindahan alam, flora fauna, budaya, serta peninggalan sejarah dan purbakala. Pariwisata menjadi daya tarik sendiri dan pariwisata dapat memberikan efek positif terhadap pembangunan daerah. Kabupaten Semarang memiliki keragaman jenis wisata yang secara eksisting sangat potensial. Hal ini dikaitkan dengan sebagian besar obyek wisata yang masih asri sehingga sangat memungkinkan dapat megoptimalkan kegiatan pariwisata.

Pengembangan wisata saat ini sangat semakin penting di era modern. Pariwisata adalah idustri yang sangat komplek, yaitu tidak saja untuk meningkatkan penghasilan devisa namun juga dalam rangka memperluas lapangan kerja. Pariwisata selain menghasilakan devisa Negara juga memberikan keuntungan daerah serta masyarakat yang tinggal sekitarnya. Pariwisata merupakan kegiatan industri yang melibatkan industri lain diantaranya, hotel, restauran, transportasi, sovenir, oleh-oleh dan pendidikan.

Kegiatan inilah yang mendorong semangat bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk memajukan pariwisata, dengan jalan memperbaiaki fasilitas yang ada. Bahwa potensi sumber daya alam di Kabupaten Semarang sangat menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan kepariwisataan daerah yang secara kompetitif unggul dibandingkan daerah lain.

Pesona tiap daerah itu berbeda-beda oleh karena itu mari kita lestarikan pesona Kabupaten Semarang mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, makanan dan masih banyak lagi. Jika anda tertarik wisata ke Kabupaten Semarang, ada beberapa referensi yang wajib anda kunjungi.

1. Bukit Cinta


Bukit Cinta merupakan salah satu kawasan di tepi danau Rawa Pening dengan luas 2.670 hektar yang menyajikan pemandangan alam yang indah. Dengan harga tiket masuknya adalah Rp.6.000/orang di hari biasa, sedangkan untuk hari libur sebesar Rp.7.500/orang. Bukit Cinta terletak di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Bukit Cinta merupakan sebuah bukit kecil yang terletak di pinggir danau Rawa Pening. Sesuai dengan namanya, bahwa zaman dahulu merupakan tempat memadu kasih pengantin baru. Lokasi Bukit Cinta yang berada di sebelah barat daya kawasan danau Rawa Pening.



Untuk menuju ke tempat Rawa Pening rute mudahnya dengan melewati jalan beraspal kecil dari Jalan Lingkar Ambarawa atau jalan tembus dari Jalan Raya Salatiga-Ambarawa. Akses jalan menuju ke obyek wisata Bukit Cinta masih berupa jalan pedesaan yang asri dengan masyarakat yang ramah. Untuk menuju kawasan ini sudah disediakan papan petunjuk arah menuju ke lokasi wisata yang terpasang di beberapa titik sehingga membantu pengunjung yang baru pertama kali berkunjung ke tempat ini.

2. Rawa Pening

Rawa Pening adalah danau yang menempati 4 kecamatan, yaitu: Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru yang berada di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran. Bagi sebagian masyarakat, danau Rawa Pening dimanfaatkan sebagai lahan mata pencaharian mereka mencari ikan. Maka tak heran jika banyak perahu-perahu kecil berada di sekitar danau.


Danau seluas 2.670 hektar ini juga ditumbuhi oleh enceng gondok yang dimanfaatkan sebagai tempat favorit ikan untuk berlindung dari sengatan matahari dan juga dibuat kerajinan oleh masyarakat sehingga bernilai ekonomis sehingga bisa buat oleh-oleh. Selain itu sudah dibukanya Kampoeng Wisata Rawa terletak di Jalan Lingkar Selatan Kilometer 03 Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kampung Apung Ambarawa ini menjadi daya tarik sendiri, kamu bisa berkunjung ke Kampoeng Wisata Rawa mulai pukul 8 pagi hingga 9 malam dengan membayar biaya sekitar Rp.2.500/orang. Di kawasan wisata ini terdapat rumah makan apung yang menawarkan menu khas rawa pening seperti ikan gurame, nila dan sebagainya yang menggugah selera kuliner anda. Dan disediakan wahana bermain, cocok untuk berlibur bersama keluarga, sahabat dan pasangan anda.

3. Curug Lawe

Curug Lawe berlokasi di Desa Kalisidi, Gunung Pati, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Letaknya berada di sebelah barat lereng Gunung Ungaran. Letaknya juga tidak begitu jauh dari salah satu objek wisata air terjun di Semarang lainnya yaitu Curug Benowo. Yaitu Curug Lawe yang terletak di lereng Gunung Ungaran. Sebuah gunung yang memiliki ketinggian 2050 Mdpl, tak heran jika udara di tempat wisata Semarang satu ini cukup sejuk. Dengan harga tiket masuk Rp.5000/orang dengan pelayanan jam operasional wisata pukul: 08.00-15.00 WIB.



Dalam mengunjungi kawasan wisata Curug Lawe anda harus traking kurang lebih satu jam dengan pemandangan kanan kiri alam yang sejuk dan meyegarkan. Pokoknya tidak akan mengecewakan setalah sampai. Bahkan anda bisa mandi dan bermain di bawah air terjun.

4. Umbul Sidomukti

Umbul Sidomukti merupakan salah satu kawasan wisata pegunungan yang sudah sangat terkenal di Kab Semarang, terletak di lereng gunung Ungaran dengan ketinggian 1200 mdpl, tepatnya berada di Desa Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang. Sehingga kawasan wisata ini memiliki pemandangan yang luar biasa terutama dari kolam renang alaminya. Untuk menuju kawasan wisata umbul sidomukti bisa dilihat papan petujuk di sisi kanan dan kiri dengan jalan menanjak.



Harga tiket masuk untuk hari biasa Rp.8.000/orang dan Rp.10.000/orang pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Desediakan pula wahana permaninan lainnya untuk para pengunjung yang ingin menikmati, maka dikenakan tiket per masing-masing wahana yang ingin dimainkan. Mulai dari Rp.20.000,- sampai Rp.50.000,- perwahana, selain tiket reguler pengelola juga menawarkan paket untuk kelompok untuk corporate event seperti trekking, adrenalin game, adventure camp, hingga lintas Gunung Ungaran.

5. Candi Ngempon

Candi Ngempon atau yang dikenal juga dengan Candi Muncul merupakan salah satu peninggalan dari candi Hindu. Sesuai dengan namanya “Ngempon” yang merupakan nama Desa tempat ditemukannya Candi tersebut yakni di Desa Ngempon Kecamatan Bergas Kabupeten Semarang.



Sejarah Candi Ngempon yang diyakini oleh masyarakat bahwa dahulu kala merupakan tempat sebagai pusat penggemblengan para kasta Barahmana yang dididik untuk menjadi sebagai seorang Mpu atau Empu baik dalam bidang olah kanuragan, sastra budaya maupun dalam bidang kerohanian. Karena menilik dari sejarah yang ada maka 9 Candi tersebut dikenal masyarakat dengan sebutan “Ngempon” yang berasal dari kata Empu atau Ngempu. Candi Ngempon memiliki 9 candi namun yang sudah di rekonstruksi oleh pemerintah daerah setempat hanya 4 candi saja. Besar ukuran dari candi-candi tersebut sepintas tampak sama dan hanya satu candi saja yang berukuran lebih besar.

Dengan harga tiket masuk yang terjangkau yakni untuk sepeda motor seharga Rp.1000,- di pagi hari dan Rp.2000,- di sore hari. Sedangkan untuk roda empat berkisar Rp.4000,-. Dalam kawasan Candi terdapat kolam air hangat diperuntukan untuk umum dengan biaya sekitar Rp.2.000/orang dengan sepuasnya berendam.

6. Gedong Songo

Candi Gedong Songo adalah candi peninggalan budaya Hindu yang terdiri dari sembilan candi yang berda di ketinggian 1200 mdpl tepat di kaki gunung Ungaran. Lokasi Candi Gedong Songo ada di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Dengan suhu yaitu sekitar 19° - 27° Celcius membuat udara di kawasan candi menjadi sangat sejuk.

Sedangkan untuk menuju kompleks candi ini kita juga akan sekaligus melewati obyek wisata Bandungan yang berada tepat di bawah komplek candi, berjarak sekitar 10 menit. Bahwa kompleks candi ini dibuat pada masa pemerintahan dinasti Sanjaya Hindu di Jawa yaitu sekitar abad 8. Letak candi yang berada di perbukitan juga menunjukkan fungsinya yaitu sebagai tempat untuk pemujaan. Karena menurut kepercayaan Hindu pada masa itu, gunung dianggap sebagai kahyangan atau surga tempat para Dewa.



Dengan harga tiket Rp.7.000/orang, pengunjung bisa menikmati panorama alam dengan ketinggan dan sangat indah. Setelah masuk anda harus trakking untuk mengunjungi beberpa candinya karena berada di ketinggian tertentu, tapi jangan kawatir pihak pengelola sudah menyediakan kuda jika ada pengunjung yang tidak mau capek dengan tarif bervariatif tergantung dekat jauh jaraknya. Jam operasional atau jam buka sehari-hari dari hari Senin s/d Minggu mulai jam 06. 00-17. 00 WIB.

7. Monumen Palagan Ambarawa

Monumen Palagan Ambarawa adalah sebuah monumen yang berda di Ambarawa, Kab Semarang. Monumen ini merupakan simbol untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa pada tanggal 12-15 Desember 1945 Ambarawa. Pasukan Sekutu yang terdesak dari Magelang mengadakan pengunduran ke Ambarawa, dan pasukan TKR yang dipimpin Kolonel Soedirman berhasil menghancurkan Sekutu pada tanggal 15 Desember 1945, di mana kini diperingati sebagai Hari Infanteri.



Monumen Palagan Ambarawa dibangun pada tahun 1973 dan diresmikan pada 15 Desember 1974 oleh Presiden Soeharto. Gambaran singkat sejarah pertempuran bisa dilihat pada relief yang dibuat pada dinding Monumen Palagan Ambarawa. Di monumen ini Anda dapat menemukan peninggalan pemerintahan Jepang dan Belanda. Anda dapat melihat seragam para tentara Jepang dan Belanda, senjata perang, seragam tentara Indonesia, dan barang bersejarah lain. Untuk ukuran yang agak besar, Anda dapat menemukan beberapa tank kuno, kendaraa angkut personil dan meriam yang digunakan dalam pertempuran tersebut. Hal yang paling menarik adalah Anda dapat menemukan pesawat Mustang Belanda yang berhasil ditembak jatuh ke dalam Rawa Pening. Cukup banyak peninggalan bersejarah tahun 1945 mulai dari peninggalan truk Belanda, meriam, dan kereta api. Harga tiket masuk wisata Palagan Ambarawa sebesar Rp.5.000/orang dan obyek wisata ini satu tempat dengan kereta api Ambarawa.

8. Museum Kereta Api Ambarawa

Dari namanya sudah jelas, yaitu melihat kereta sejarah milik Belanda semasa kejayaan Raja Willem I, dan digunakan untuk mengangkut tentaranya untuk menjajah di Semarang pada tanggal 21 Mei 1873. Di zaman sekarang museum ini dimanfaatkan untuk wisata kereta api.



Museum ini melayani kereta wisata Ambarawa-Bedono pp, Ambarawa-Tuntang pp dan lori wisata Ambarawa-Tuntang pp. Kereta wisata Ambarawa-Bedono pp atau lebih dikenal sebagai Ambarawa Railway Mountain Tour ini beroperasi dari museum ini menuju Stasiun Bedono yang jaraknya 35 km dan ditempuh 1 jam untuk sampai stasiun itu. Kereta ini melewati rel bergerigi yang hanya ada di sini dan di Sawahlunto. Panorama keindahan alam seperti lembah yang hijau antara Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu dapat disaksikan sepanjang perjalanan.

Pemandangan yang dapat dinikmati dari kereta dan lori Ambarawa-Tuntang pun tak kalah bagusnya. Kereta ini berangkat dari stasiun menuju Stasiun Tuntang yang berada sekitar 7 km dari museum. Di sepanjang jalan dapat dilihat lanskap menawan berupa sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening di kejauhan. Kereta ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi ditutup pada 1980-an karena prasarana yang rusak. Pengunjung rata-rata untuk naik kereta Ini: 80-200 orang setiap harinya. Dengan harga tiket masuk museum Rp.5000/orang sedangkan harga karcis kereta wisata/kereta lori adalah Rp.15.000,- sampai Rp.50.000/orang. Lokasi: Jalan Stasiun No 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Kabupaten Semarang”

2 komentar :

  1. Kab Semarang emang banyak wisata yang menarik, berencana, keliling kab.Semarang seharian penuh untuk mengunjungi semua tempat wisata moga cukup waktunya hehe

    BalasHapus
  2. Terimakasih infonya https://bit.ly/2QoWoWV

    BalasHapus

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates